Maulid Al Barzanji Pdf
Banyak informasi yang bertebaran saat ini sehingga kita harus dapat mencerna dan mengambil yang bermanfaat. Didalam aplikasi ini memberikan pengetahuan tentang Kitab Maulid Al Barzanji Pdf Lengkap. Kami meyakini banyak kekurangan didalam aplikasi ini, tapi kami berusaha untuk dapat memberikan yang terbaik.
Kami butuh dukungan anda agar aplikasi Maulid Al Barzanji Pdf semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi kita semua. Info: Apa yang ada didalam aplikasi ini, kami merangkumnya dan mengambil datanya dari internet sehingga kami bukan pemilik asli konten tersebut.
Download Audio Pembacaan Maulid Al-Barzanji, teks dan terjemah. Calligraphy of the title adorning the cover of a recently released Arabic-English edition of Mawlid al-Barzanji in the UK. Mawlid al-Barzanj. We would like to show you a description here but the site won’t allow us.
Maulid Al Barzanji Pdf
Kami tidak lebih hanya para musafir kecil. Berjalan Keluar masuk melewati jalan-jalan di belantara mazhab. Di sini berhati-hatilah, siapa saja bisa tersesat dan berputar-putar dalam kesia-siaan.
Banyak papan nama, baik yang baru dipasang atau yang sudah lama ada. Memilih jalan ini begitu mudah dan bahkan membanggakan bagi siapa saja yang tidak teliti. Akhirnya yang kami pilih adalah jalan dengan 'papan nama' yang sudah ada sejak lama.
Inilah jalan kami, jalan ahlu al-sunnah wa al-jama'ah, jalan konservative, jalannya para pendahulu yang telah merintis dan menempuh jalan estafet dari Rasulullah SAW. Adapun jalan dengan papan nama yang baru dipasang kami ucapkan selamat tinggal. Biarkan kami memilih jalan ini, jalan tradisi Islam turun temurun yang sambung menyambung sanad: murid dari guru, dari guru, dari guru. Dari salafuna Shalih, dari tabi'ut tabi'in, dari tabi'in, dari sahabat, dari rasulullah Saw. Inilah jalan kami.
Ahlussunnah Waljama'ah. Inilah Maulid yang disusun oleh (1126-1184) diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu oleh alm. Sayid Syeikh Thaha bin Fadhlullah As Suhaimi, Ketua Mufti Negara Singapura. Yang ditampilkan di sini belum se per berapa-nya. Masih panjang sebenarnya.
Digubah oleh seorang ulama, beliau mufti asy Syafi’iyah di kota Madinah di zamannya. Maulid ini sangat menyentuh hati, sangat agung. Tidak ada unsur syirik, sebagaimana dituduhkan oleh segelintir orang. Tidak mungkin ulama seperti Syeikh Al Barzanji mengajarkan kesyirikan. Sumber: DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG Aku mulai riwayat Maulid ini dengan nama Allah yang Maha Tinggi derajatnya, dengan hal keadaanku mengharapkan limpah berkat pada segala apa yang diberikan kepada ku olehNya, dan juga aku mengucapkan sepenuh penuh honours dengan segala senang hatiku kepadaNya, adalah karena aku syukurkepadaNya dengan syukur yang seelok- baiknya. Dan lagi aku memohon kepadaNya muga-muga la mengurniakankesejahteraan dan rahmat, kepada Nur yang la telah jadikan terdahuludaripada segala makhluk yang lainnya, yaitulah Nur yang telah berpindah-pindahdaripada satu dahi kepada satu dahi yang mulia keadaannya, yaitulah dahimoyang-moyang Nabi kita Muhammad Sall- Allahu alaihi-wa-sallam sehingga kepada dahi Abdullah ayahandanya. Dan aku memohon lagi kepada Allah muga-muga Ia menganugerahkan keredhaanNya, kepada keluarga Nabi kita itu khasnya, dan kepada sahabat-sahabatnya dan sekalian orang-orang Islam umumnya.
Dan pula aku memohon kepada Allah yang maha sempurna zatNya dan segala sifat-sifat, muga-muga la memberi kepada kita sekalian petunjuk kepada jslan yang terang lagi nyata benarnya. Dan lagi aku memohon kepadaNya muga-muga la memelihara kita dari kesesatan pada langkah-langkah kita ke semuanya.
Setelah apa yang tersebut itu maka sekarang aku bentangkan kisah sejarah hidup Nabi kita Muhammad saw dengan ringkasnya, dan aku susunnya dengan menyatakan mula-mula sekali nasab keturunannya menyenangkan siapa yang mendengarnya, dan aku meminta tolong kepada Allah Ta’ala yang Maha Kuasa dan Maha Kuat Zat karena bahwasanya tiada daya dan tiada upaya melainkan semata-mata pada Allah jua letaknya. YA ALLAH, HARUMKANLAH kuburnya YANG MULIA DENGAN BAU-BAUAN YANG semerbak DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA Aku nyatakan bahwa Nur yang tersebut tadi itu akhirnya telah menjadi Penghulu kita Saiyidina Muhammad muga-muga Allah anugerahkan kesejahteraan kepadanya. Saiyidina Muhammad itu adalah anak Abdullah, dan Abdullah itu anak Syaibah maka Abdul Muttalib itu juga dipanggil oleh orang sebagai Syaibatul Hamd namanya.
Dan Abdul-Muththalib itu anak Hasyim yang dipanggil Amr anak Abdi Manaf yang juga dinamakan AI Mughirah anak Qusai dan Qusai ini Mujamma ‘gelarnya. Kata Qusai ini asal maknanya adalah kejauhan karena ia tinggal di Mekah pada awalnya. Tetapi ketika kecilnya lagi ia telah dibawa pindah oleh ibunya ke negeri Qudhaa’ah yang jauh letaknya. Tetapi akhirnya ia telah dikembalikan oleh Allah ke negeri Mekah yang dimuliakan tanahnya. Lalu ia pun telah menjaga negeri Mekah itu dengan seteguh-teguhnya.
Maka Qusai itu adalah anak Kilab yang juga dinamakan Hakim anak Murrah anak Ka’ab anak Lu-ai anak Ghalib anak Fihir yang juga disebutkan Quraish namanya. Dan nama Quraish inilah dipakai bagi kaum Quraish itu yang berisi anak cucunya. Tetapi sebelum kaum itu dinamakan Quraish maka Kinanilah namanya, sebagaimana yang telah dikatakan oleh banyak pakar nasab yang luas pengetahuannya. Dan mereka itu telah tetap berkepercayaan dan puas bahwa begitulah keadaannya. Dan Fihir atau Quraisy itu pula anak Malik yang ialah pula anak Nadhar anak Kinaanah anak Khuzaimah anak Mudrikah anak Ilyas berikutnya. Dan Ilyas inilah orang yang mula-mula sekali menghadiahkan unta-unta ke Tanah Haram Mekah untuk ia membuat kurban akannya.
Dan telah didengar oleh orang dari dalam tulang sulbi Ilyas itu akan suara Nabi kita Muhammad saw menyebut-nyebut dan memuji-muji Allah Ta’ala dan mengucap Talbiah kepada-Nya. Ilyas itu pula anak Nizar anak Ma’ad anak Adnan dan begitulah nasab itu susunannya. Maka susunan keturunan atau nasab Rasulullah saw ini menurut sebagaimana yang dinyatakan oleh Hadith Nabi kita saw yang benar keadaannya.
Dan Adnan itu nasabnya bersambung hingga kepada seorang kekasih Allah yaitulah Nabi Ibrahim moga-moga Allah cucurkan rahmat keatasnya. Tetapi Nabi kita telah melarang dan menahan supaya jangan disebutkan satu persatu nama ninda-nindanya yang dari Adnan hingga Nabi Ibrahim moyangnya. Tetapi tidak syak lagi di sisi ahli-ahli yang pandai tentang keturunan Nabi kita itu atau nasabnya, bahwa Adnan itu ialah keturunan dari Nabi Ismail moga-moga Allah anugerahkan kesejahteraan kepadanya. Dan Ismail itu pula adalah seorang putera Nabi Ibrahim yang terkenal kelebihannya. Maka sungguh sempurna keturunan itu seolah-olah bagaikan seutas rantai yang ditatah oleh permata-permata yang gemerlapan seperti bintang-bintang indahnya.
Betapa tidak karena bukankah Penghulu kita saw. Itu menjadi permata yang terpilih yang berada ditengah-tengahnya, dan walaupun dia asalnya seorang yatim tetapi Allah Ta’ala telah memeliharanya. Alangkah mulia keturunan yang tersebut itu yang kesemuanya telah dipelihara oleh Allah dari kejahatan zina di masa jahiliah dahulunya. Adapun keterangan ini ada diriwayatkan oleh Syeikh Zainuddin seorang Iraq bangsanya, didalam sebuah karangan yang lezat ceteranya. Maka untuk memuliakan Nabi kita saw dan memeliharanya itulah sebabnya Allah Ta’ala telah memelihara seluruh nenek moyangnya, dari melakukan maksiat zina yang sangat keji adanya. Maka oleh karena itu tidaklah kekejian zina itu mengenai nasabnya. Semua bapak-bapak Nabi saw.
Dari Nabi Adam hingga ayahnya Abdullah dan bundanya Aminah tidak pernah melakukan zina sekaliannya. Maka cahaya kenabian Nabi kita itu telah berpindah-pindah pada tiap-tiap dahi nenek moyangnya itu dengan nyatanya. Dan semakin ternyata cahaya itu seumpama bulan purnama pada dahi Syaibah kakeknya dan pada dahi Abdullah bapaknya YA ALLAH, HARUMKANLAH kuburnya YANG MULIA DENGAN BAU-BAUAN YANG semerbak DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA Dan apakala Allah Ta’ala berkehendak menjadikan Nur yang tersebut itu sebagai RasuINya, yang dinamakan Muhammad dengan memiliki roh dan jasad serta sifat-sifatnya, maka Allah Ta’ala pun memindahkan cahaya itu dari Saiyidina Abdullah ayahandanya, kepada rahim Sitti Aminah Az-zuhriah bundanya. Dan Allah Ta’ala yang senantiasa dekat pada mereka yang taat kepadaNya, dan yang memperkenalkan doa mereka yang berdoa dengan sungguh-sungguh kepadaNya, telah menentukan bahwa Sitti Aminah itulah yang menjadi ibu bagi Nabi Pilihannya, serta sekalian Malaikat telah berseru-sera mernberitahu kepada segala kulit langit dan bumi dengan lantangnya, berkenaan mengandungnya Sitti Aminah akan Nur Nabi Allah itu dan Pesuruh-Nya. Dan mereka yang telah mengetahui kedatangan Nabi saw., Itu serta menunggu-nunggunya, telah merasa sangat sukacita dan bertambah tambah rindu terhadap kezahirannya, seolah-olah perasaan mereka seperti saat angin sepoi-sepoi bahasa bertiup pada waktu subuh dengan lembutnya, yang menjadikan mereka rindu kepada matahari yang akan terbit kemudian. Hum saath saath hain full movie hd 1080p. Dan jadilah subur segala tumbuh tumbuhan di Tanah Mekah setelah beberapa lama keringnya, laksana bumi dipakai dengan pakaian yang hijau yaitu Sundus namanya.
Dan pada saat itu juga buah-buahan telah mulai menjadi ranum rasanya, dan telah hampirlah masa tuan-tuan empunya pohon buah-buahan itu memetiknya. Dan pula berkenaan mengandungnya Siti Aminah itu maka segala singgasana raja-raja yang kafir saat itu telah runtuh dengan sekonyong-konyongnya, dan pula semua berhala-berhala telah tersungkur ke atas mukanya dan mulutnya, dan segala binatang jinak dan liar baik di darat atau di taut telah merasa amat sukacitanya, ialah dengan sebab segala binatang-binatang itu telah menerima berita tersebut Junjungan kita saw itu sudah dikandung oleh Sitti Aminah yang bertuah nasibnya. Bahkan lain-lain makhluk juga pada masa itu telah merasai lezat kesukaan dengan amat gembiranya, umpama dapat minum segelas air yang sangat menyegarkan rasanya. Dan pula segala jin-jin telah diberitahu akan kabar yang menyenangkan itu dengan jelasnya, tetapi pula sekalian tukang tukang tilik dan ahli-ahli sihir telah berasa lemah dengan gemetarnya, dan demikian juga ulama’-ulama ‘Nasrani telah takut dan khawatir adalah karena telah dekat waktu kedatangannya. Dan telah sibuklah sekalian orang-orang yang mengetahui hal itu berbicara dan bertanya-tanya berkenaannya, dan mereka itu telah tercengang dan heran mendengarkan berita-berita tentang keelokan sifat-sifatnya, sebagaimana yang ada seperti di dalam kitab kitab Suci yang sebelumnya seperti Taurat dan Injil dan sebagainya. Dan ketika Sitti Aminah yang mengandung itu sedang tidur tiba tiba datanglah suatu wujud kepadanya; lalu ada itu berkata: “Hai Aminah sesungguhnya kamu telah mengandung Penghulu sekalian manusia dan sebaik-baik makhluk adanya.
Dan apabila kamu sudah melahirkan dia nanti dengan selamat, maka engkau Sebutkanlah sifat-sifat dia Muhammad yang berarti seorang yang terpuji adalah karena ia akan dipuji kesudahannya. “ YA ALLAH, HARUMKANLAH kuburnya YANG MULIA DENGAN BAU-BAUAN YANG semerbak DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA Dan apabila Nabi kita telah dikandung dua bulan oleh ibunya menurut pernyataan ahli-ahli sejarah yang termasyur riwayatnya, maka wafatlah di negeri Madinah, Sayidina Abdullah, ayahandanya. Dan kondisi wafatnya di sana: ia sedang dalam kota itu lalu ia singgah di tempat ninda-ninda saudaranya, yaitu keluarga Bani ‘Adi dari suku Najjar, tiba-tiba ia mendapat sakit di sana sebulan lamanya, lalu mereka pun telah merawatnya serta mencoba mengobati penyakitnya, tetapi usaha mereka tidak berhasil seperti yang mereka harapkan, lalu wafatlah Sayidina Abdullah di sana karena sudah sampai ajalnya, lalu di sana juga mereka mengebumikannya. Dan ketika Sitti Aminah telah sempurna mengandung Nabi saw. Sembilan bulan lamanya, menurut perkataan anggota Tanggal yang kuat keterangannya, pada ketika itu juga telah mulai tiba musim akhir kemarau, tiba-tiba datanglah kepada ibu Nabi saw.
Pada malam menjelang kelahirannya, Sitti Asiah dan Sitti Maryam serta beberapa bidadari dari Surga, maka mulailah Sitti Aminah merasa sakit untuk bersalin kemudian ia pun melahirkan Junjungan kita di dalam keadaan dengan cahanya yang gilang-gemilang. (BERDIRI) Cahaya yang seperti matahari bersihnya Menerangi malam dengan amat terangnya: Malam yang dilahirkan Nabi kita didalamnya Yang membawa agama yang nyata benarnya. Maka karena itu dapatlah Sitti Aminah ibunya kemegahan yang wanita lain tidak merasa: la membawa seorang putra untuk manusia sekalian: Putera yang lebih mulia dari anak Maryam yang perawan.
Kelahiran Nabi kita pada pandangan kafir umumnya ialah suatu kedukaan yang terasa sangat berat. Maka bertalu-talulah suara bersorak dengan riuhnya: “Telah zahir Nabi pilihan; inilah kegembiraan yang sebenarnya.” Demikianlah keadaan dilahirkan Nabi kita itu dengan singkat, dan telah disetujui oleh ulama’-ulama ‘dan pemimpin-pemimpin Islam sekalian, bahwa sangat patut kita berdiri ketika kita sampai di sini membacanya, adalah untuk menunjukkan kesukaan kita kepada kelahiran Nabi dan cinta kepada dirinya, dan juga untuk menandakan bahwa kita memuliakannya. Maka sungguh bertuahlah siapa yang suka memuliakan Nabi saw itu sebagai tujuan hidupnya. YA ALLAH, HARUMKANLAH kuburnya YANG MULIA DENGAN BAU-BAUAN YANG semerbak DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA Maka lahirlah Nabi kita Muhammad saw. Itu dari bundanya dengan meletakkan ke atas bumi dua belah tangannya, dan ia mendongakkan mukanya kelangit serta terbuka matanya, keadaan begitu adalah sebagai menandakan kemuliaannya dan ketinggiannya, serta kelebihan kelebihannya yang melebihi makhluk lain semuanya. Dan juga yang demikian itu adalah menunjukkan bahwa ia kekasih Allah yang dijadikan sangat indah perangainya dan bentuk rupanya. Dan setelah lahir Nabi saw itu maka segeralah Siti Aminah ibunya memanggil Abdul Muthallib nindanya, dan ketika itu Abdul Muthallib ada di Ka’abah sedang tawaf mengelilinginya, lalu apabila mendengar yang demikian itu besarlah kegembiraannya. Gemini tv chakravakam serial song.
La pun datang melihat Nabi dengan segera, dan kemudian ia membawa Nabi ke Ka’abah lalu masuk ke dalamnya, dan ia berdiri di situ serta berdoa kepada Allah dengan niat bersihnya, dan ia bersyukur kepada Allah karena telah dikaruniai seorang cucunda kepadanya. Nabi kita Muhammad saw itu lahir dengan sangat bersih keadaannya, serta ia telah berkhitan dan telah terpotong pusatnya dari dalam perut ibunya. Dan harum bau tubuhnya, serta berminyak rambutnya, serta tercelak kedua matanya, adalah dengan kodrat dan kehendak Tuhannya. Inilah riwayat yang masyhur walaupun ada sebagian ularna ‘yang lain mengatakan bahwa Nabi kita itu telah dikhitan oleh Abdul Muttalib nindanya setelah Nabi sempurna tujuh malam umurnya. Dan nindanya itu telah mengadakan majelis jamuan karena sesuai dengannya, serta ia menamakan dia Muhammad dan memuliakan posisinya.
YA ALLAH, HARUMKANLAH kuburnya YANG MULIA DENGAN BAU-BAUAN YANG semerbak DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA Maka telah terjadilah beberapa kejadian yang mengherankan ketika lahir, dan yang demikian itu adalah sebagai tanda-tanda untuk menguatkan iman kita bahwa Nabi itu dipilih oleh Allah untuk dijadikan NabiNya dan Rasul-Nya.
Kami tidak lebih hanya para musafir kecil. Berjalan Keluar masuk melewati jalan-jalan di belantara mazhab. Di sini berhati-hatilah, siapa saja bisa tersesat dan berputar-putar dalam kesia-siaan. Banyak papan nama, baik yang baru dipasang atau yang sudah lama ada. Memilih jalan ini begitu mudah dan bahkan membanggakan bagi siapa saja yang tidak teliti.
Akhirnya yang kami pilih adalah jalan dengan 'papan nama' yang sudah ada sejak lama. Inilah jalan kami, jalan ahlu al-sunnah wa al-jama'ah, jalan konservative, jalannya para pendahulu yang telah merintis dan menempuh jalan estafet dari Rasulullah SAW. Adapun jalan dengan papan nama yang baru dipasang kami ucapkan selamat tinggal. Biarkan kami memilih jalan ini, jalan tradisi Islam turun temurun yang sambung menyambung sanad: murid dari guru, dari guru, dari guru. Dari salafuna Shalih, dari tabi'ut tabi'in, dari tabi'in, dari sahabat, dari rasulullah Saw.
Inilah jalan kami. Ahlussunnah Waljama'ah.
Nama Barzanji diambil dari nama pengarangnya, seorang sufi bernama Syaikh Ja’far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad Al – Barzanji. Beliau adalah pengarang kitab Maulid yang termasyur dan terkenal dengan nama Mawlid Al-Barzanji. Karya tulis tersebut sebenarnya berjudul ‘Iqd Al-Jawahir (kalung permata) atau ‘Iqd Al-Jawhar fi Mawlid An-Nabiyyil Azhar.Barzanji sebenarnya adalah nama sebuah tempat di Kurdistan, Barzanj. Nama Al-Barzanji menjadi populer tahun 1920-an ketika Syaikh Mahmud Al-Barzanji memimpin pemberontakan nasional Kurdi terhadap Inggris yang pada waktu itu menguasai Irak. Kitab Maulid Al-Barzanji karangan beliau ini termasuk salah satu kitab maulid yang paling populer dan paling luas tersebar ke pelosok negeri Arab dan Islam, baik Timur maupun Barat. Bahkan banyak kalangan Arab dan non-Arab yang menghafalnya dan mereka membacanya dalam acara-acara keagamaan yang sesuai. Kandungannya merupakan Khulasah (ringkasan) Sirah Nabawiyah yang meliputi kisah kelahiran beliau, pengutusannya sebagai rasul, hijrah, akhlaq, peperangan hingga wafatnya.
Video Pembacaan Maulid Al Barzanji Dan Artinya
Syaikh Ja’far Al-Barzanji dilahirkan pada hari Kamis awal bulan Zulhijjah tahun 1126 di Madinah Al-Munawwaroh dan wafat pada hari Selasa, selepas Asar, 4 Sya’ban tahun 1177 H di Kota Madinah dan dimakamkan di Jannatul Baqi`, sebelah bawah maqam beliau dari kalangan anak-anak perempuan Junjungan Nabi saw. Sayyid Ja’far Al-Barzanji adalah seorang ulama’ besar keturunan Nabi Muhammad saw dari keluarga Sa’adah Al Barzanji yang termasyur, berasal dari Barzanj di Irak. Datuk-datuk Sayyid Ja’far semuanya ulama terkemuka yang terkenal dengan ilmu dan amalnya, keutamaan dan keshalihannya. Beliau mempunyai sifat dan akhlak yang terpuji, jiwa yang bersih, sangat pemaaf dan pengampun, zuhud, amat berpegang dengan Al-Quran dan Sunnah, wara’, banyak berzikir, sentiasa bertafakkur, mendahului dalam membuat kebajikan bersedekah,dan pemurah.
Semasa kecilnya beliau telah belajar Al-Quran dari Syaikh Ismail Al-Yamani, dan belajar tajwid serta membaiki bacaan dengan Syaikh Yusuf As-So’idi dan Syaikh Syamsuddin Al-Misri.Antara guru-guru beliau dalam ilmu agama dan syariat adalah: Sayid Abdul Karim Haidar Al-Barzanji, Syeikh Yusuf Al-Kurdi, Sayid Athiyatullah Al-Hindi. Sayid Ja’far Al-Barzanji telah menguasai banyak cabang ilmu, antaranya: Shoraf, Nahwu, Manthiq, Ma’ani, Bayan, Adab, Fiqh, Usulul Fiqh, Faraidh, Hisab, Usuluddin, Hadits, Usul Hadits, Tafsir, Hikmah, Handasah, A’rudh, Kalam, Lughah, Sirah, Qiraat, Suluk, Tasawuf, Kutub Ahkam, Rijal, Mustholah. Syaikh Ja’far Al-Barzanji juga seorang Qodhi (hakim) dari madzhab Maliki yang bermukim di Madinah, merupakan salah seorang keturunan (buyut) dari cendekiawan besar Muhammad bin Abdul Rasul bin Abdul Sayyid Al-Alwi Al-Husain Al-Musawi Al-Saharzuri Al-Barzanji (1040-1103 H / 1630-1691 M), Mufti Agung dari madzhab Syafi’i di Madinah. Sang mufti (pemberi fatwa) berasal dari Shaharzur, kota kaum Kurdi di Irak, lalu mengembara ke berbagai negeri sebelum bermukim di Kota Sang Nabi. Di sana beliau telah belajar dari ulama’-ulama’ terkenal, diantaranya Syaikh Athaallah ibn Ahmad Al-Azhari, Syaikh Abdul Wahab At-Thanthowi Al-Ahmadi, Syaikh Ahmad Al-Asybuli.